suka makan

Suasana warung ala kampung langsung terasa begitu kami memasuki Nasi Bancakan yang terletak di Jalan trunojoyo No.26, Bandung, siang itu. Bangku-bangku dan meja kayu sederhana berderet rapi di seluruh penjuru ruangan. Lukisan-lukisan bertemakan pedesaan, poster-poster artis Bollywood dan group band legendaris, serta lampu petromak yang menggantung di langit-langit membuat restoran ini semakin terlihat tradisional.
Perjalanan yang cukup melelahkan dari Jatinangor menuju Bandung membuat perut kami keroncongan. Lagipula sudah waktunya makan siang. Jadi, apa salahnya kalau kami juga mencicipi masakan tradisional yang ada di restoran ini? Yippie…!!!
Karena sudah masuk waktu makan siang, pengunjung yang datang ke Nasi Bancakan cukup banyak. Mereka juga harus antre untuk mengambil makanan karena sistem yang digunakan di restoran ini adalah self service atau prasmanan.
Begitu sampai ke meja prasmanan, kami terheran-heran karena harus menggunakan piring zaman baheula yang terbuat dari seng. Lebih tercengang lagi begitu melihat berbagai masakan yang tersedia di meja prasmanan. Whoa, membuat kami ngiler…! Eits, jangan harap kalian bisa menemukan masakan ala Eropa karena semua masakan yang ada di sini adalah masakan tradisional khas Sunda. Ada sekitar 30 masakan yang tersedia setiap harinya, seperti: sangu liwet, pindang lauk sawah, ulukutek leunca, beuleum peda, semur tutut, gejos cabe hejo, tumis picung, hayam baker koneng Cisaga, dan masih banyak lagi. Kami sendiri memesan sangu liwet, tumis ampas kecap, tumis genjer, beuleum peda, dan es goyobod. Wah…ngeunah pisanlah!
Pemilik nasi Bancakan, Mang Barna dan Bi Oom, memang sengaja mengambil konsep tradisional untuk restoran mereka. Mang Barna yang kami temui seusai makan siang mengatakan, ia ingin membuat restoran yang mengingatkannya pada rumah dan masa kecilnya di Kota Garut. Maka jangan heran jika kalian juga menemukan jajanan khas Sunda seperti Kue balok, es Goyang, arumanis, gulali, yang lengkap dengan gerobaknya di restoran itu.
Soal harga? Hmm, kalian tidak usah khawatir. Harga masakan dan minuman di sini cukup terjangkau (apalagi untuk mahasiswa melarat seperti kami…hihi). Harga masakan yang ada sini berkisar antara Rp.500,00-Rp.7.000,00. Tuhkan, terjangkau banget…
Melihat keunikan yang ditawarkan oleh nasi bancakan, serta kenangan masa lalu yang dihadirkan di restoran ini, membuat kami berjanji untuk datang lagi ke nasi bancakan suatu saat nanti. Bagaimana dengan kalian, tertarik mencoba? Hayu atuh urang bancakan ka restoran ieu…(Ayo kita beramai-ramai ke restoran ini)…:D
8 Responses
  1. waaah...pengen nyobain jadinya, terutama pindang ma es goyobodnya...ehhhhmmmm! btw, jalan ke sananya gimana yah?


  2. wah kayanya rame banget ya yang datang ke sana, jam sepi kira2 jam berapa ya? saya males kalo ngantri soalnya. hehe


  3. hahahaha...
    tempat yang sama waktu lalit wawancara pl2....

    nice post


  4. suka makan Says:

    iya cobain deh pindangnya....ngeunah pisanlah!!!!!


  5. hmm mau...

    ada yg mau bayarin???

    hahahaha...


  6. maknyuss Says:

    hmmmm
    makanannya lumayan enak tapiii servicenya kurang memuaskan huhu ..

    pas buka bersama puasa tahun kemaren dicuekin .. =(


  7. rgalung Says:

    besok mampir lagi ah.. mau ngembat piring kalengnya hehe


  8. veniArni Says:

    wah kita juga bkn postingan ttg bancakan looh.. hihihii..
    duh jd pgn kesana, pengen makan tututnyaa.. hihii..


Posting Komentar