suka makan

Selain berkunjung ke Sumber Hidangan, hari itu kami juga mengunjungi sebuah restoran lainnya, yakni Braga Permai. Mungkin sebagian besar dari kalian tidak familiar dengan nama restoran ini. Bahkan mungkin kalian tidak tahu bahwa restoran ini menyimpan berjuta kenangan indah akan kejayaannya di masa lalu. Yap, restoran Braga Permai atau Maison Bogerijen memang salah satu dari sedikit restoran zaman kolonial yang masih tetap bertahan sampai saat ini. Wow, hebat kan?
Seperti yang dikutip dari buku Braga, Jantung Parijs van Java karya Ridwan Hutagalung dan Taufanny Nugraha, restoran ini dibuka pada tahun 1918 dan berlokasi di hook sisi timur Simpang Bragaweg (Bahasa Belanda: Jalan Braga-red). Kemudian pada tahun 1923, restoran milik L. van Bogerijen ini pindah ke tengah-tengah Bragaweg, di lokasi Braga Permai saat ini.
Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, Braga Permai atau Maison Bogerijen merupakan salah satu restoran paling elite di Bandung. Restoran ini juga konon mendapat piagam restu langsung dari Ratu Belanda. Bahkan, Maison Bogerijen merupakan satu-satunya restoran yang menyajikan hidangan istimewa khas kerajaan seperi Koningin Emma Tart dan Wilhelmina Taart. Maison Bogerijen juga memiliki menu paling lengkap. Mulai dari menu utama, es krim, panganan manis, serta aneka roti.
Agar tidak ketinggalan zaman dan dalih antikolonial yang digembar-gemborkan oleh pemerintah, Maison Bogerijen melakukan pemugaran pada tahun 60-an. Pengelola mengubah total bangunan bergaya Eropa tradisonal Maison Bogerijen menjadi lebih modern.
Jujur saja, kami lebih menyukai bangunan pertama Braga Permai ketimbang bangunan yang sekarang. Desain bangunan Braga Permai tempoe doeloe sangat kental nuansa Eropanya. Bangunanya juga kokoh dan sangat merepresentasikan kejayaan restoran tersebut. Dibanding dengan bangunan yang sekarang sih, sorry to say, kalah jauh..
Masih dikutip dari buku yang sama, perombakan bangunan Braga Permai juga disayangkan oleh pengelola restoran tersebut, Ibu Erna. Dalam buku itu ia mengatakan bahwa jika suatu saat nanti Braga Permai dibangun kembali dengan bangunan megah ala Maison Bogerijen, maka itulah masa kejayaan kembali restoran tersebut. Wah, semoga saja ya Bu…

*Braga Permai
Jln. Braga no. 58 Bandung


Sumber:
Hutagalung, Ridwan dan Taufanny Nugraha. 2008. Braga, Jantung Parijs van Java. Bandung: Ka Bandung.
1 Response
  1. rgalung Says:

    kurang enjoy dengan interiornya yang sekarang, pengennya sih bisa ngerasain makan di bangunan tempo dulunya hehe.. ga usah icip koningen wilhelmina taart, cukup kopi pekat saja sambil menikmati pemandangan pribumi yang lalu lalang di depannya haha..


Posting Komentar